Kamis, 23 Agustus 2012

Mama versi salahgaul

Di tengah malam, abis keluar dari kamar mandi...

Mama: *mata masih kayak ketimpa batu yang berat sekali* *tiba-tiba membelalak karena ada sesosok bayangan hitam besar di depannya* "WAAAAAAAAAAAA!!!" --> ini teriak kaget.

Setelah diperhatikan baik-baik, ternyata bayangan hitam tersebut adalah Ayah... -.-

Ayah: "Opo seh, Ma..." --> dengan nada datar khas orang ngantuk.

Mama: *pake suara tinggi kayak orang marah* "Ayah ini lho bikin kaget aja, kalo dateng itu mbok ya pakek suara, jangan moro-moro dateng gitu aja! Mama kan kagetan!"

Ayah: "Masa di rumah sendiri aja takut." *masih dengan nada datar kemudian masuk ke dalam kamar mandi*

Malam berikutnya...

Mama: *nyanyi-nyanyi dangdut dengan mata menahan kantuk sambil membuka pintu kamar mandi* *di depan pintu Ayah sudah berdiri*

Ayah: *dengan suara berat yang menakutkan -.-* "MAAAA"

Mama: *terlonjak kaget* "WUAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" --> dengan suara lebih keras dari sebelumnya.

Inti dari cerita ini adalah: pada dasarnya Mama memang kagetan -.-

Minggu, 12 Agustus 2012

Point of No Return

"Kita balik ke Gorontalo, ya? Rima mau kan SMA di sana?"

Waktu ditanyain gitu, aku cuma diem. Ga tau mau jawab apa. Bener-bener blank.

Tapi aku mikir juga sih. Dulu waktu masih di Gorontalo, waktu udah nyaman sekali dan nggak mau pindah dari sana, aku dibawa pindah ke Malang. Keadaan yang sama menghampiri lagi sekarang, waktu aku udah nyaman sekali dan nggak mau pindah dari Malang, aku akan dibawa pindah lagi ke Gorontalo.

Kenapa kita enggak?

Tadi aku ke Togamas mau beli buku /ya iyalah!\. Waktu pergi ke sana bareng Mama sama sepupuku, kita naik angkot JDM. Di angkot itu orangnya ada sekitar 5 orang sama supirnya. Salah satunya bule, kulitnya putih, muka-muka orang Arab, terus jenggotnya tebel -_- sisanya orang Indonesia.

Sampai di perempatan lampu merah Plaza Dieng, kan pasti (maaf) pengemisnya banyak. Banyak yang anak-anak sih. Terus ada salah satu anak nyamperin angkot yang aku naikin, bermaksud meminta sumbangan seikhlasnya dari penumpang angkot yang aku naikin. Mirisnya, nggak ada satupun penumpang ato supir angkot yang berniat mau nyisihin uangnya buat dikasihin ke anak itu. Ngelirikpun enggak. Mama juga. Aku juga. Soalnya aku ga bawa duit -_-

Selasa, 07 Agustus 2012

Every Single Person on the Planet Has a Story

A 24 years old boy seeing out from the train’s window and shouted,

“Dad, look the trees are going behind!”

Senin, 06 Agustus 2012

An Untold Story


“Satu-satunya pekerjaan terakhirku di dunia adalah membahagiakan orang-orang yang patut dibahagiakan.”
            “Oh ya? Apa maksudnya itu?”

Sabtu, 04 Agustus 2012

Nexia Nevarachell Onny Amirsyah


Post ini dibuat berdasarkan permintaan seorang bebek yang meminta dirinya dituliskan di blog saya berdasarkan sudut pandang saya (?)

Nexia Nevarachell O.A. yang biasanya dipanggil bebek atau Rachell ini adalah salah seorang pelajar di SMP Negeri 1 Malang kelas 8B. Dulu dia dari 7B. Si bebek ini lahir tanggal 18 Februari 1999 ngga tahu di kota mana. Dia berasal dari MIN 1 Malang (bener ga sih tulisannya? --v). Berarti deket sama SD-ku /promosi. Dia berteman dekat dengan Naura, Laila, dankawankawan (?)

Anak ini terkenal di kalangan siswa SMPN1. Dia juga punya banyak temen, mulai (mungkin) adik kelas, seangkatan, ato kakak kelas. Ga kaya aku. Dia terkenal karena suaranya yang kelewat keras dan kehebohannya -.-v Dia ikut ekskul DG—ekskul kece kebanggaan spensa itu lho—dan (seharusnya) green clean. Tapi sayang sekali sekarang green clean sedang vakum.

Anak ini nggak cantik lho sebenernya, tapi manis. Kata orang, cewek yang cantik itu lama-lama kalo dilihat bikin bosen, tapi kalo manis engga :3 Ini serius. Lihat deh foto ini:

Oh salah, sepertinya itu foto jaman labilnya dia. ckck.
Ini yang bener:
manis kan :3

Aku pertama kenal dia dari twitter. Waktu aku nge-follow dia, usernamenya @AchelBebekSatu :b Anak ini sering ke MTsN 1 deket SDnya karena ingin bertemu teman-temannya dan orang yang dia sukai /uhuk. Terus waktu akhir tahun 2011 aku kan mbikin tulisan di noteku di fesbuk, katanya dia baca, terus dia nyaranin aku bikin blog. Dan aku nurut. Sebenere sebelum itu aku udah bikin, tapi lupa. Dan isinya aib sekali. Alhamdulillah sudah lupa -_-

Seiring berjalannya waktu, aku sama dia akhirnya makin akrab. Selama aku kenal anak ini, setahuku, dia ini labil. Ini serius. Maaf ya bek -_-v Kadang baik kadang sarkas. Kadang lucu kadang jutek. Kadang ini kadang itu. Dan blablabla (?) Tapi kalo sama aku dia sering baik kok. Tapi kita biasanya omong-omongan cuma lewat socmed. Kalo omong-omongan di sekolah, dia ini kaya ngomong sendiri. Soalnya pas dia ngomong, aku cuma diem. Paling ya senyum gitu. ckck.

Kita (dulu) punya nasib yang sama. Dibully sebentar sama… ya gitu deh.

Tapi anak ini lek udah sarkas juan ga iso dikandani -_- Pernah dia tengkar sama temennya di twitter. Terus banyak followersnya yang berusaha ngedinginin suasana. Eh pertengkarannya malah tambah panas -_- Tapi Alhamdulillah sekarang sudah baikan kok.

Anak ini gahol sekali lho. Header blogku aja udah beberapa kali dibenerin sama anak ini gara-gara aku ngga bisa ngoperasiin software pengedit foto-foto gitu. Kamseupay? Biarin. Sepertinya sesuatu yang tidak berguna kalau sudah di tangan si Rachell ini, pasti jadi sesuatu yang bagus. Ini serius (lagi).

Yah sepertinya hanya itu saja yang aku tahu tentang Rachell ;_; soalnya aku juga ngga begitu deket sih -_- maaf ya bebek :c

p.s: bebek ini lagi jomblo dan sering galau tentang dirinya yang tidak punya pacar loh, jadi kalo ada yang berminat sama dia hubungi saya saja atau temui dia langsung saja. Dia sering dijumpai di lapangan rumput yang biasa dipakai tolak peluru bersama anak-anak Blackpearl. *kemudian dibunuh Ian Bebek*

silakan stalk dia di dunia maya; Facebook, twitter, atau blogger.